Friday, May 18, 2007

Ada - ada saja.....

Setelah kemarin kemarin nemuin situs2 tentang Salafy......eh kemarin malam nemu situs (yang katanya) dibuat oleh (mantan) muslim yang sekarang murtad. Awalnya sih tertarik untuk membaca. Kata yang bikin situs pengen memurtadkan semua umat Islam di dunia.

Setelah dibaca dan dijelajahi... Ternyata isi situs ini tidak lebih dari omong kosong dari orang2 yang mungkin stress, gila, tidak berilmu, dan yang pasti mata hatinya sudah tertutup sama sekali untuk menerima kebenaran.

Situs ini menjelekkan Allah, Rasulullah, Al Qur'an dan Islam secara keseluruhan. Mereka (para pendiri) mengambil dalil2 dari ayat Al Qur'an dan Hadist..... namun sangan disayangkan sekali ayat2 yang diambil hanya sepotong2, yang kemudian dipelintir makna dan maksudnya. Di sini sudah jelas terlihat kebodohan mereka.

Dari cara penyampaian pendapat pun terlihat bagaimana tidak terpelajarnya orang2 ini. Ada beberapa orang (yang mudah2an saja benar) Muslim yang menjelaskan dengan terperinci (dan secara ramah) tentang Islam, eh malah komentar2 yang bermunculan tidak nyambung semua, yang intinya malah mencaci maki tanpa sebab.

Padamulanya aku marah sekali dengan pembuat/orang2 yang terlibat dengan situs ini, tetapi lama kelamaan jadi tertawa sendiri, dan merasa kasian pada mereka. Semoga Allah membukakan hati mereka, memberikan hidayah pada mereka.

Sebagai kesimpulan, mengunjungi situs ini hanya buang2 waktu saja.......

Thursday, May 17, 2007

(Tentang) Aa Gym

Udah lama ga ke DT, udah lama ga dengerin ceramahnya Aa Gym. Karena kangen, nyoba2 googling.Eh ketemu artikel beginian dari http://www.ajangkita.com.
Silakan dibaca, dicermati, dan dipahami dengan baik.Jangan hanya setengah2.


KOREKSI TOTAL AJARAN DAKWAH
KH. ABDULLAH GYMNASTIAR
Peringatan Kitabulloh:
KATAKANLAH: "SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG MENGADA-ADAKAN KEBOHONGAN TERHADAP ALLOH TIDAK AKAN BERUNTUNG". (SURAT YUNUS: 69).
Segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam. Solawat dan salam untuk Rosululloh, keluarganya, sahabatnya dan ummatnya yang setia sampai akhir jaman.

Komite Independen Penegak Ajaran Islam (KIPAS) ialah forum independen, mengemban missi mengingatkan kaum muslimin agar waspada ke ajaran-ajaran dakwah yang menyimpang dari kebenaran. Contoh nyatanya yakni ajaran dakwah kyai muda asal Kampung Gegerkalong Bandung (lihat Gatra), yakni KH. Abdullah Gymnastiar atau AA Gym. Menilik ajaran KH. Abdullah Gymnastiar, KIPAS mengambil kesimpulan bahwa dakwahnya mengandung banyak kekeliruan, oleh karena itu kaum muslimin diingatkan dengan penuh waspada agar tidak terjebak kesesatan. Pembaca, KIPAS akan tampilkan untuk contoh-contoh kekeliruan ajaran dakwah orang ini. Kami tidak anti ke KH. Abdullah Gymnastiar, kami tidak iri-dengki sama dia, kami cuma ingin menyampaikan KEBENARAN. Penyimpangan macam begini sebenarnya tidak perlu ada kalau umat Islam dipimpin oleh KHILAFAH ISLAMIYAH yang meluruskan agama masyarakat dari hal mana berupa penyimpangan dan kesesatan. Agar masalah yang sama tidak muncul lagi solusinya, yakni: PEMBERLAKUAN HUKUM ISLAM. Allahu Akbar !!! Yang benar datangnya dari Allah, yang salah datangnya dari diri kami sendiri.

KESALAHAN-KESALAHAN MENURUT AL QURAN & HADITS
1. SENANG DIKULTUSKAN.
KH. Abdullah Gymnastiar suka dikultuskan oleh jamaahnya. Mana bukti? Lihat poto-poto dia bergaya pakai surban macam-macam ada dimana-mana. Poto dia dicetak di kalender kecil dan poster, sebenarnya tokoh-tokoh muslim banyak yang dipoto tapi tidak seperti dianya. Nabi Muhammad saja tidak dakwah pakai poto-poto. Orang ikut sama Islam jadi karena tokoh bukan ajaran agamanya. Ini bahaya betul ! Orang awam bisa kultuskan dia kalau nanti sudah mati. Kuburnya akan disembah-sembah atau dimintai berkat.
Alloh berfirman di surat Al Baqarah ayat 165, yakni: "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Alloh semuanya, dan bahwa Alloh amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal)".
Setan menyesatkan Bani Adam melalui tokoh-tokoh yang dicintai melebihi cintanya Bani Adam ke Alloh. Ini bahaya betul !

2. MENGAJAK UMAT ISLAM BERSAUDARA DENGAN KAFIRIN.
KH. Abdullah Gymnastiar mengajak jamaahnya untuk bersaudara dengan semua orang, termasuk dengan Kristen dan Katholik. Dia bilang kalau kita semua ini saudara. Ini keliru, tidak mungkin kita disuruh bersaudara sama orang kafir, padahal Alloh berfirman di Surat Al Baqarah 120, yakni : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)".
Orang-orang kafir tidak pernah rido sama umat Islam, jadi bagaimana bisa bersaudara dengan mereka? Ini masalah tauhid, masalah penting, saudara harus waspada jangan sampai tersesat. Orang kafir dibilang saudara, itu lebih parah dari kirim kartu atau bilang selamat sama mereka.

3. MENJUAL DAKWAH UNTUK KEUNTUNGAN DUNIA.
Celaka sekali kalau orang banyak pidato agama tapi untuk cari harta. Apa bedanya sama orang-orang pembikin syair? KH. Abdullah Gymnastiar harus waspada sebab di Surat Asy Syuaraa': 224-226 Alloh berfirman, yakni: "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya".
Kyai Gymnastiar ceramah dimana-mana, isi ceramah dia sejak dulu itu-itu melulu. Kalau benar-benar lagi dakwah Islam isi ceramahnya pasti berkembang dimana orang yang mendengar ceramah itu jadi paham kalau dia ternyata tidak cuma terima order ceramah tapi mengajari ilmu. Orang alim suka menyelidiki jadi ilmunya berkembang, tapi tukang jamu cuma modal omongan membodohi banyak orang sama lidahnya yang manis.

4. JAHIL DARI PEMAHAMAN ILMU.
KH. Abdullah Gymnastiar kalau lagi ceramah agama sedikit membaca dalil-dalil dari Quran Hadits. Orang-orang bilang kalau dia itu sudah ulama tapi hapalan dia buruk sekali. Kalau ceramah ngarang sendiri tidak pakai dalil Quran dan Hadits, apa tidak menyesatkan umat? Alloh berfirman di surat Ali Imran 32, yakni : Katakanlah : "Taatilah Alloh dan rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir".
Umat Islam harus ikut Alloh (Quran) dan Rosululloh (Hadits) biar tidak disebut sebagai orang kafir. Orang ceramah modal akal saja tidak pakai dalil-dalil, ini bahaya betul, bisa sesat dan menyesatkan.

5. AJARAN TAWHID PAKAI LOGIKA.
KH. Abdullah Gymnastiar berpegang ke kitab Al Hikam, bukan ke Quran-Hadits. Dia mengajari umat muslim pakai logika-logika untuk mengenalkan Alloh. Ini bahaya betul, mengenali Alloh harus pakai ilmu biar orang banyak apalagi orang awam yang tidak pernah sekolah di pesantren tidak sesat dan menyesatkan.
Alloh berfirman di Al Baqarah ayat 169, yakni: "Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Alloh apa yang tidak kamu ketahui".
Pak Kyai, waspadalah jangan sampai Anda nanti di akhirat menyesal sebabnya ialah mengajar ilmu tentang Alloh tidak pakai dalil-dalil ilmu.

6. MENJUAL DOA DAN TANGISAN.
Kami paling benci kalau melihat KH. Abdullah Gymnastiar lagi berdoa pakai menangis-menangis. Orang menangis karena takut sama Alloh pahalanya besar, tapi kalau sudah masuk ke tivi dilihat orang seIndonesia lain cerita. Ini tidak ikhlas dan kelihatan pamer kesolehan. Di ceramah pak kyai suka mengkritik orang-orang yang pamer, tapi dianya sendiri apa? Orang pamer harta dia pamer kesolehan, sama saja dong.
Alloh berfirman di surat Al Bayyinah ayat 5, yakni: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus".
Amal ibadah harus ikhlas, kalau mau doa sambil nangis-nangis carilah waktu yang sepi misalkan di malam tahajjud nikmat sekali doa waktu itu lagi pula orang-orang lagi tidur tidak melihat.

7. AJARAN KAUM SUFI.
KH. Abdullah Gymnastiar mengikuti ajaran kaum sufi. Mana bukti? Dia banyak bicara soal qolbu alias hati. Managemen Qolbu atau MQ ialah ajaran sufi yang diajarkan secara modern. Itu sufi juga, tapi bahasa berbeda. Kaum sufi kuno penampilan kere, sufi model AA Gym pegang HP, naik motor Harley Davidson, naik sedan berkelas.
Syech Hasan Al Bana mengajarkan Islam kafah sesuai firman Alloh di surat Al Baqarah ayat 208, yakni: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-lankah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".
Agama Islam meliputi politik, sosial, ekonomi, budaya dll. kalau aliran shufi bicara hati melulu. Ini yang bikin umat loyo kalah melulu dipecundangi sama kafirin.

8. BERDUSTA ATAS NAMA ROSULULLOH.
KH. Abdullah Gymnastiar dia selalu memakai sorban kalau lagi ceramah katanya dia lagi mencontoh Rosululloh. Okelah, tapi dia juga suka bicara soal-soal agama MENGATAS NAMAKAN ROSULULLOH, tapi dia tidak menyebut hadits-hadits yang mana kalau dia sebut orang jadi tahu kalau dia sedang menyampaikan ajaran agama dari Rosul. Ambil contoh, dia suka di ceramahnya bilang kalau Rosul itu begini-begitu tapi dia tidak sebut haditsnya. Mana haditsnya kalau kata-kata saudara itu benar ? Silakan pak kyai bilang apa saja tapi tolong kasih dalilnya biar tidak dibilang dusta atas nama Rosul.
Di hadits Rosululloh bersabda: "Sesungguhnya berdusta atas namaku itu tidak sama dengan berdusta atas nama seseorang (sebab pernyataan atau perbuatan Rosul jadi dalil hukum). Maka barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka". (Hadits dari Imam Bukharie, Muslim dan Tirmidzie).
Contoh lain, AA Gym suka menyanyi-nyanyi di panggung. Apa itu yang nyontoh Rosul ? Rosul yang mana ? Pakai sorban katanya nyontoh Rosul tapi suka nyanyi, ini DUSTA BESAR atas nama Rosul. Kalau tuan mau jadi artis jadi saja, tidak usah bawa-bawa Rosul. Celaka itu !

9. AJARAN SYUBHAT.
Kalau direnungkan ada ceramah-ceramah KH. Abdullah Gymnastiar yang bisa diterima sebabnya ialah sesuai dengan ajaran Islam yang dipegangi oleh para alim ulama. Akan tetapi wahai umat Islam, banyak juga ajaran-ajaran dia yang tidak betul yang cuma bisa diketahui dengan teliti oleh orang-orang yang punya ilmunya. Kami bilang kalau dakwah AA Gym ini bisa digolongkan ke perkara dakwah syubhat alias dakwah meragukan. Disitu ada ceramah yang betul tapi banyak juga yang bathil, betul sama bathil campur aduk. Pembaca budiman, apakah saudara bisa membeda-bedakan mana yang betul mana yang bathil ? Kalau tidak punya ilmu agama, saudara harus hati-hati biar tidak sesat menyesatkan. Maunya ambil yang bener malah ambil yang bathil, hati-hatilah saudara.
Di hadits Rosululloh bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas, yang haram juga jelas, antara keduanya ada syubhat (perkara yang meragukan). Maka siapa yang hati-hati dari syubhat, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya dan siapa yang terjerumus syubhat dia akan terjerumus ke hal yang haram". (Hadits dari Imam Bukharie dan Imam Muslim).

PERINGATAN UMUM UNTUK KAUM MUSLIMIN
KIPAS menghimbau kepada umat Islam di seluruh Indonesia khususnya siapapun yang menjadi penggemar, pecandu ceramah agama oleh KH. Abdullah Gymnastiar. Kami himbau saudara semua seperti di bawah ini :
1) Cobalah pikir-pikir kalau mendengar ceramah itu, jangan cuma asal dengar saja, kalau ceramah tidak betul saudara akan rugi sudah sesat menyesatkan. Pikir-pikir dulu ceramah siapa saja tanyakan ke ahli ilmu kalau tidak tahu. Kami menghimbau alim ulama, kyai, ustadz dll. untuk ikut campur menilai ajaran dakwah KH. Abdullah Gymnastiar. Kalau alim ulama bicara mereka lebih punya dalil-dalil lengkap dari Quran Hadits.
2) Untuk KH. Abdullah Gymnastiar dan semua jamaah pengikutnya silakan saudara kalau keberatan mengenai koreksi ini kirimkan jawaban saudara disertai dalil-dalil Quran Hadits ke alamat e-mail KIPAS yakni: joinkipas@yahoo.comJikasaudara masih kurang puas buat saja pembelaan di koran biar bisa dibaca semua orang seIndonesia. Kami cuma ingin menyampaikan kebenaran kalau saudara punya dalil yang betul kami ikut sama saudara. Maafkan kami jikalau kajian ini menyinggung perasaan saudara dan jamaah saudara. Buktikan ke masyarakat kalau saudara betul-betul punya Managemen Qolbu.
3) KIPAS cuma menyorot soal ajaran agamanya dari KH. Abdullah Gymnastiar. Kami tidak punya urusan sama masalah politik kalau ada yang melihat segi masalah politiknya terserah saudara saja. Kami cuma mengkritik soal ajaran Islamnya. Harap ini dicamkan betul, sesuai perintah Rosul yakni: "Sampaikanlah ajaranku walau cuma satu ayat." Bilamana kemudian ada pandangan keIslaman mengenai dakwah KH. Abdullah Gymnastiar yang lebih betul, kami setuju-setuju saja.
4) Jika saudara-saudara semua tidak bisa menghadirkan jawaban agama yang lebih betul kami menghimbau saudara untuk hati-hati kalau lagi mendengar ceramah KH. Abdullah Gymnastiar. Tanyakan sama ahli ilmunya kalau betul terimalah tapi kalau salah jangan diterima.
5) Saudara jangan benci sama kami atau marah-marah. Kami cuma sampaikan hal mana soal kebenaran yang dilupakan orang. Bilamana saudara melihat kebenaran ikuti itu tapi kalau salah sampaikan salahnya jangan mengatasi kritik sama cara-cara kekerasan. Nanti orang jadi tahu kalau yang kami sebut itu ternyata betul juga, iya nggak?

AWAS BAHAYA BESAR !!! WASPADALAH WAHAI UMMAT ISLAM
Bahaya paling besar dari ajaran agama KH. Abdullah Gymnastiar itu ialah dia ingin dianggap oleh semua orang agar dia menjadi suara umat Islam yang mewakili suara Islam di Indonesia sehingga kalau orang bertanya bagaimana suara umat, lihatlah ke AA Gym, dialah wakil umat Islam di Indonesia ini. Ini bahaya betul sebab AA Gym ilmunya tipis, masak umat Islam diwakili orang yang ilmunya tipis. Jikalau umat Islam sudah dipimpin dengan nafsu bukan ilmu lalu hancurlah mereka. Umat Islam, tolong kamu perhatikan perkara ini. Ini perkara serius !!!
AA Gym MAU MEWAKILI SUARA ISLAM INDONESIA, amit-amit jangan sampai terjadi, jangan sampai terjadi, bakal hancur umat ini. Ya Ilahi Rabbi lindungi bangsa Indonesia dari orang-orang jahil yang berlagak ulama.

KATA AKHIR
Mohon maaf kepada umat Islam jikalau kami menyebarkan tulisan begini. Kami juga mohon maaf sama KH. Abdullah Gymnastiar dan jamaah pengikutnya. Saudara kan sudah banyak dipuji ya jadi tidak salah dong sekali-sekali dapat kritik, kalau orang cuma suka dipuji dan anti sama kritik nanti jadi macam Soeharto itu. Mau jadi Soeharto ?
Untuk ikhwan-ikhwan mujahid di Pondok Gede, Cinere, Ciracas, Kampung Melayu, Kebun Kelapa, Kemang dan Kalibata salam berjuang menegakkan kebenaran. "Katakan kebenaran meskipun pahit".
Songsong penegakan KHILAFAH ISLAMIYAH di Bumi Indoensia. Allohu Akbar !!! Allohu Akbar !!! Allohu Akbar !!! Salam jihad: Hidup mulia atau mati syahid !
Wallohua'lambissowab
Bumi Alloh, November 2002
Komite Independen Penegak Ajaran Islam
(KIPAS)

Wednesday, May 09, 2007

SALAFIYYUN DALAM SOROTAN : BENARKAH GERAKAN SALAFY PALING AHLUS SUNNAH ?

Oleh : Fauzan al-Anshori

Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, di tengah kaum muslimin muncul sebuah gerakan yang menamakan dirinya salafiyah atau salafiyyun. Mereka menyatakan dirinya sebagai umat Islam yang paling ahlu sunnah wal jama’ah, paling firqah najiyah, paling salafus sholih dan paling thaifah manshurah. Siapa bergabung dengan mereka, mereka anggap kelompok ahlu sunnah wal jama’ah. Siapa tidak bergabung dengan mereka, mereka sebut sebagai ahlu bid’ah, ahlul ahwa’, Hizbiyyah Khawarij, firqah dhalalah dan sebutan mengerikan lainnya. Sebenarnya apa gerakan salafiyyun itu?

Bagaimana aqidah dan manhaj mereka menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah ‘ala fahmi Salafush Sholih? Betulkah yang bergabung dengan mereka termasuk ahlu sunnah, dan yang tidak bergabung termasuk hizbiyyah dan ahlu bid’ah? Benarkah segala klaim dan tudingan mereka ?

Ada sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, manakala melihat kiprah gerakan salafiyyun di medan dakwah. Vonis-vonis keras kepada seorang atau kelompok Islam yang berada di luar arus mereka, dan pengkultusan kepada syuyukh (guru-guru) di kalangan mereka sehingga mereka tidak menerima bila syuyukh mereka dikritisi. Benarkah ini cerminan interaksi sosial ‘ala ahlus sunnah terhadap ahlul bid’ah? Ataukah ada sesuatu yang salah?

1. TA’ASHUB DAN TAQLID BUTA

Bila diperhatikan, sebenarnya sikap ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Sikap ini lahir dari sikap hizbiyyah mereka, yang mereka terima dari para syuyukh mereka sendiri. Betapa tidak, sejak awal belajar seorang muslim yang bergabung dengan kelompok ini sudah didoktrin untuk menerima suatu dogma: bahwa kebenaran itu mempunyai tanda-tanda pengenal dan menara penerang, yang berwujud ajaran yang diterima dari kelompok mereka!

Itulah yang diajarkan para syuyukh mereka. Adalah syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsari – seorang syaikh panutan mereka yang mengakui dirinya syaikhu salafiyyin ketiga setelah syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dan syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah – yang menyatakan ijma’ tentang kedudukan tiga syuyukh salafiyyun ini dengan mengatakan:

“Para ulama kami yang agung itu, mereka itulah bintang-bintang pemberi petunjuk dan meteor yang tinggi, barangsiapa berpegang teguh dengan mentaati mereka, mereka itulah yang selamat dan barangsiapa memusuhi mereka, maka dialah orang yang tersesat” (At Tahdziru Min Fitnati Takfir, hal. 39)

Jika ini yang dikatakan oleh syaikh panutan mereka, lantas bagaimana dengan para pengikut mereka? Pernyataan ini perlu mendapat catatan yaitu: Pertama: Ijma’ menurut para ulama adalah kesepakatan seluruh ulama mujtahidin setelah wafatnya Rosululloh saw. –bukan para syuyukh salafiyyun– dalam suatu masa tertentu, atas suatu persoalan tertentu. Yang dimaksud dengan kesepakatan adalah tidak adanya pendapat yang menyelisihi meski dari seorang ulama pun. Bila ada seorang ulama yang menyelisihi, maka namanya bukan ijma’.

Kedua: Pernyataan bahwa siapa yang bergabung dengan syaikh fulan dan membelanya baik benar maupun salah berarti kelompok yang benar, dan siapa mengkritik (memusuhi?) dan tidak bergabung dengan syaikh fulan berarti kelompok yang salah dan sesat, hal itu merupakan sebuah hizbiyyah, ta’ashub buta dan taklid buta yang terlarang dan sama sekali bukan sikap ahlu sunnah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang artinya: “Barangsiapa menjadikan seseorang selain Rosululloh, siapa mengikutinya dan sejalan dengannya, ia adalah seorang ahlu sunnah, dan siapa yang menyelisihinya berarti adalah ahlu bid’ah dan firqoh, sebagaimana terdapat pada kelompok ahlu kalam –dan juga salafiyyun hari ini– dan kelompok lainnya, maka ia termasuk ahlu bid’ah, dholal (sesat) dan tafaruq (pemecah belah persatuan umat Islam).” (Majmu’ul Fatawa 3/216)

Subhanallah, pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini telah menyingkap dengan telak, siapa sebenarnya gerakan salafiyyun ini. Alhamdulillah, kita tak perlu bersusah payah, Syaikhul Islam sudah membongkarnya dengan sangat telak.

Imam Abdurrahman Ibnu Jauzi mengatakan: “Ketahuilah sesungguhnya mayoritas para ahlu bid’ah itu dalam hati mereka ada ta’dzim (mengagungkan, mengkultuskan) seseorang –syaikh, ustadz, kiyai, habib, dll– mereka mengikuti perkataannya tanpa mentadaburi apa yang dikatakan, ini adalah sebuah kesesatan, karena melihat itu seharusnya kepada apa yang dikatakan, bukan kepada siapa yang mengatakan. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ali kepada Harits bin Hauth. Harits mengatakan kepada Ali, “Apakah anda mengira bahwa kami mengira Thalhah dan Zubair berada di atas kebatilan?” Maka Ali menjawab, “Wahai Harits, engkau ini terkena talbis (kerancuan). Sesungguhnya kebenaran tidak diketahui dari orang-orangnya. Ketahuilah kebenaran, maka engkau akan mengetahui pengikut kebenaran.” (Talbisu Iblis hal.101)

Sesungguhnya gerakan salafiyyun telah mendapat peringatan, kritikan dan nasehat dari para ulama, berkenaan dengan penyelisihan-penyelisihan mereka secara jelas terhadap aqidah ahlu sunnah wal jama’ah. Namun mereka tetap berjalan dengan penyelewengan mereka, bahkan semakin keras dan menyerang kelompok-kelompok umat Islam di luar mereka.

2. SEKULERISME

Maka inilah yang terjadi bagaimana sebuah kelompok yang menamakan dirinya salafiyyun, pengikut salafus sholih, namun menganut paham sekulerisme. Ini pernyataan syaikh nomer kedua mereka syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang artinya: “Saya meyakini bahwa slogan, “berikan hak kaisar kepada kaisar dan hak Tuhan kepada Tuhan” adalah sebuah kalimat bijaksana yang sesuai dengan zaman kita ini.” (Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 172).

Ya, tentu saja sangat sesuai dengan gerakan salafiyyun, namun jelas sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan Islam. Semua Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah memahami bahwa Islam adalah Agama dan Negara. Islam tidak sekedar mengatur urusan ritual peribadatan semata, namun juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dan semua Ulama juga telah bersepakat, bahwa sekulerisme merupakan sebuah paham kufur.

Tak heran bila gerakan salafiyyun ini gencar melarang berbicara urusan politik, tahkimu syari’ah, amar ma’ruf kepada penguasa, apalagi urusan Khilafah Islamiyyah. Menurut mereka orang-orang yang mengangkat tema-tema tahkimu syari’ah, amar makruf kepada penguasa atau Khilafah Islamiyyah adalah kelompok hizbiyyun, khawarij, Ahlu bid’ah, orang-orang yang haus kekuasaan, orang-orang yang tidak mempedulikan urusan dakwah tauhid. Padahal jelas, seluruh Ulama telah ijma’ bahwa amar makruf dan menegakkan khilafah merupakan sebuah kewajiban kifayah. Fardhu khifayah bila tidak tuntas menjadi fardhu ‘ain. Adapun tuduhan tidak mempedulikan dakwah tauhid dan haus kekuasaan, tentunya sebuah tuduhan yang harus dibuktikan dengan bukti-bukti nyata, jika tidak tentu sebuah tuduhan kosong.

Yang lebih mengherankan lagi, mereka menganggap pemerintahan sekuler sebagai pemerintahan Islam yang wajib ditaati oleh kaum Muslimin. Maka semua orang yang paham tauhid tentu akan tertawa, ketika melihat kekonyolan mereka menganggap pemerintahan Nushairiyyah Syiria, misalnya, sebagai pemerintahan Islam yang harus ditaati, dan mereka menghujat Mujahidin Syiria yang berjihad melawan pemerintah Nushairiyyah. Padahal semua orang yang paham tauhid tentu paham bahwa Ulama Islam telah ijma’ bahwa Nushairiyyah adalah sekte kafir. Ya, kelucuan-kelucuan lainnya yang
timbul dalam urusan ini tak bisa dipisahkan dari prinsip sekulerisme yang dianut oleh syuyukh mereka ini.

3. MENIHILKAN JIHAD

Ta’thil (menihilkan) jihad, itulah salah satu (sifat gerakan) salafiyyun yang mendakwahkan dirinya sebagai kelompok paling Ahlus Sunnah, atau bahkan satu-satunya Ahlus Sunnah dan di luar kelompok mereka (adalah) ahlul bid’ah dan hizbiyyah semua. Padahal jelas, salah satu sifat utama Thaifah Manshurah adalah jihad fie sabilillah, berperang di jalan Allah Ta’ala untuk meninggikan kalimatullah. Bahkan asbabul wurud hadits tentang Thaifah Manshurah pun berasal dari adanya sebagian shahabat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam yang menyatakan jihad sudah selesai.

Jihad merupakan sifat tak terlepaskan dari generasi salafu sholih, dan jihad akan senantiasa berlanjut sampai Umat Islam bertempur melawan Dajjal. Para Ulama juga telah ijma’ bahwa manakala musuh menduduki salah satu negeri Islam, jihad menjadi fardhu ‘ain. Negeri Islam pertama yang lepas ke tangan tentara salib adalah Andalus (Spanyol), tahun 1942 M, atau 510 tahun yang lalu. Sampai hari ini Andalus tetap menjadi negara nashrani, maka jihad membebaskannya fardhu ‘ain atas seluruh Umat Islam yang mampu. Bahkan negeri (Islam) Palestina yang hanya (berjarak) beberapa ratus kilometer dari pusat lahirnya gerakan salafiyyun, telah jatuh ke tangan Inggris sejak 1917 M, lalu ditegakkan negara Israel tahun 1948 M. Sampai saat ini, jihad untuk membebaskan Palestina belum tuntas, maka jihad untuk membebaskan Palestina menjadi fardhu ‘ain.

Namun begitu, simaklah fatwa syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah, yang tinggal hanya beberapa ratus kilometer dari bumi Palestina: “Silahkan anda meneliti ayat-ayat yang datang untuk melengkapi dan menjelaskan ayat yang memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan (yang dimaksud adalah QS. Al Anfal ayat ke: 60, pent.) maka anda akan mengetahui bahwa jihad yang paling utama hari ini -saat kita dalam kelemahan seperti sekarang ini- adalah menahan diri dari berjihad.” (Muhammad Ibrahim Syaqrah, Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 204).

Ya, itulah fatwa syaikh kedua gerakan salafiyyun. Maka mereka pun diam seribu bahasa, tidak peduli nasib kaum Muslimin Palestina yang setiap hari meregang nyawa di tangan peluru-peluru tentara zionis Israel. Mereka pun diam ketika dua juta Umat Islam Iraq meregang nyawa akibat embargo ekonomi (1991) dan invasi (2002) oleh tentara salibis Internasional dan didukung oleh negara-negara Arab antek AS. Bahkan mungkin anda akan terkejut membaca fatwa syaikh pertama mereka, fadhilatu syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani yang memfatwakan Umat Islam Palestina untuk berhijrah. Ya, silahkan berhijrah dari Palestina, tidak usah berjihad, serahkan saja bumi Palestina kepada Israel. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Barangkali syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani sedang tidak memegang buku aqidah salaf ketika memfatwakan begitu, sehingga lupa bahwa Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ salafu shalih telah menyatakan bahwa jihad akan tetap berlangsung sampai hari kiamat, sampai Umat Islam memerangi Dajjal. Barangkali saja, beliau lupa ada hadits mutawwatir tentang Thaifah Manshurah yang akan senantiasa berjihad sampai akhirnya mereka memerangi Dajjal.

Paling tidak, beliau masih meyakini adanya ‘idad. Jika begitu, masih lumayan. Tetapi fatwa beliau selanjutnya membuat kita bengong dan kaget. Ketika membicarakan ayat 60 surat Al-Anfal yang memerintahkan ‘idad beliau menyatakan: “Barangsiapa memperhatikan nash ini tentu ia akan menyatakan wajibnya menahan diri dari jihad (tidak berjihad), sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Kadang bentuk i’dad adalah tidak beri’dad, karena tujuan i’dad memang untuk menakutkan musuh…” (Muhammad Ibrahim Syaqrah, Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan, hal. 203).

Bentuk jihad adalah tidak jihad, bentuk i’dad adalah tidak i’dad, tidak ada jihad sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Wahai Umat Islam Palestina, jangan berjihad melawan Israel sebelum kekuatan militer kalian menyamai militer Israel yang dibantu seluruh negara besar kafir semisal AS dan Inggris. Jangan berjihad melawan Israel sampai kalian memiliki tank, pesawat tempur, rudal-rudal dan bom nuklir sebanyak yang dimiliki Israel. Selama kekuaatan militer kalian tidak sama dengan kekuatan Israel, haram kalian untuk berjihad. Kewajiban kalian adalah i’dad, dan bentuk i’dad adalah tidak i’dad. Jadi?

Padahal menurut para ulama, i’dad dalam hal ini adalah i’dad menurut kemampuan (tafsir Ibnu Katsir 2/503). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menyatakan bahwa dalam perang defensif seperti manakala musuh menyerang negeri Umat Islam, saat itu Umat Islam tidak boleh mundur dari medan perang sekalipun musuh berkali-kali lipat dari jumlah Umat Islam. Musuh dihadapi, dengan kemampuan yang ada. (Fatawa al-Kubra 1/236).

Dan untuk umat Islam Afghanistan, fatwa itu maknanya: jangan berjihad melawan AS dan sekutunya selama kekuatan militer kalian tidak sama besar dengan kekuatan militer AS dan sekutunya. Jangan melawan serbuan AS, jika pasukan komando, tank, kapal selam, pesawat tempur, pesawat siluman, rudal, bom nuklir, kapal pembom, kapal induk, kapal perusak kalian belum sama banyak dan sama kuat dengan milik AS dan sekutunya. Jangan berjihad cukup i’dad saja. Tawaran manis bukan?

Saudaraku…untuk kepentingan siapa Umat Islam diajak menyerah dengan takdir, berpangku tangan, tidak berusaha…bukankah ini menyerah kepada taqdir versi sekte sesat Jabariyah dan Jahmiyah…? Jika Allah menakdirkan AS mengganyang Afghanistan, bukankah itu takdir yang harus diterima dengan lapang dada? Jika memang sudah takdirnya Israel menjajah Palestina dan membantai Umat Islam, kenapa kita harus mempersoalkannya? Jika Allah menakdirkan Khilafah Islamiyyah jatuh akibat konspirasi musuh Islam Internasional, kenapa kita harus ribut? Bukankah dengan sekali kun fayakun, AS akan hengkang, Israel akan binasa dan khilafah tegak. Kenapa harus bersusah payah? Bukankah lebih baik duduk di bawah kipas angin di masjid, asyik membaca buku dan membicarakan kejelekan para da’i di luar kelompok kita?

Untuk kepentingan siapa syaikh mereka, syaikh Rabi’ Al-Madkhali mengarahkan meriam takfir (pengkafiran) kepada Sayid Quthb yang aktif mengkritik pemerintahan sekuler? Kemudian anda melihat mereka duduk berpangku tangan, menerima takdir, puas dengan aqidah Jahmiyyah-Jabbariyyah, demi keselamatan “aqidah salafiyah” mereka?

Tentara salibis dan zionis membantai ratusan ribu bahkan jutaan Umat Islam, tentara sekuler menegakkan pemerintahan sekuler dan bahu membahu dengan tentara salibis-zionis untuk memadamkan cahaya Allah Ta’ala, lantas anda berpangku tangan demi keselamatan “aqidah salafiyyah” anda, agar tidak diusik oleh tentara salibis, zionis dan sekuleris? Anda ingin cahaya Islam menerangi persada dunia ini dengan tanpa membuat orang-orang yahudi, nashrani dan musyrikin memarahi dan membenci anda? Jika itu aqidah anda, silahkan saja. Namun bagi Umat Islam lain di luar kelompok anda, tentu tak akan melupakan petuah Syaikhul Islam Ibnu Qayyim:

“Wahai orang-orang yang bermental banci, di mana anda dari jalan? Jalan di mana di atasnya: Adam kelelahan, Nuh meratap sedih, Al-Khalil dilempar ke dalam api, Ismail dibaringkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara beberapa tahun, Zakaria digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita sakit parah, tangisan Daud melebihi batas kewajaran, Isa berjalan kesusahan seorang diri dan Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam mengalami kemiskinan dan berbagai siksaan. Anda malah bersantai dengan kelalaian dan permainan?” (Al-Fawaid, hal. 56).

4. CUEK DENGAN NASIB UMAT ISLAM

Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah menyatakan: “Termasuk fiqhul waqi’ (memahami realita yang ada) adalah engkau meninggalkan fiqhul waqi’ supaya fiqhul waqi’ menjadi sempurna dalam dirimu sehingga engkau menjadi orang yang paling tahu dan paham tentang fiqhul waqi’.” (Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan, hal. 148).

Tak usah membaca koran, majalah, mendengar radio, melihat TV. Tak usah peduli dengan segala apa yang terjadi dengan dunia sekitar anda. Tak usah peduli dengan nasib ratusan juta Umat Islam di seluruh dunia, biarkan saja mereka, nanti anda akan menjadi orang yang paling paham dengan kondisi mereka. Diamnya anda, kesibukan anda dengan tarbiyyah dan tashfiyyah, kecuekan anda dengan jahiliyyah modern hari ini, akan menjadikan anda orang yang paling paham dengan kondisi dunia modern. Anda cuek dan diam, sibuk dengan urusan anda, maka anda akan menjadi orang yang paling pintar, mengalahkan semua pengamat. Untuk pandai dan paham tentang dunia sekitar, tak perlu belajar dan mencari tahu, cukup tashfiyyah dan tarbiyyah, kun fayakun anda jadi orang paling pintar.

Sebuah prinsip yang sangat bagus dan menggiurkan. Ukhuwah Imaniyyah yang menuntut kita memperhatikan nasib seluruh saudara kaum Muslim di dunia, bisa dirontokkan dengan dua baris kalimat sakti syaikh salafiyyah. Bila demikian keadaannya, maka hendaklah kita mencamkan wasiat Shahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu: “Ikatan Islam akan lepas satu persatu bila di kalangan Umat Islam timbul sebuah generasi yang tidak paham dengan jahiliyyah” (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Al-Fawaid, hal. 143).

Tidak paham konspirasi salibis-zionis-musyrikin, tidak paham kondisi saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia yang sedang kesulitan, tidak paham sekulerisme, Khawarij, Murjiah, Jabariyyah, Jahmiyyah, bahkan tidak paham ahlus sunnah wal Jama’ah. Ya sudah, hancurlah Islam. Lepaslah ikatan Islam.

Inilah gambaran sekilas latar belakang pemikiran gerakan sesat Murji’ah ekstrim, yang hari ini dengan bangga menggelari dirinya sebagai gerakan salafiyyah. Mereka menganggap penyelewengan mereka dari aqidah ahlu sunnah wal jama’ah sebuah perkara remeh, padahal di sisi Allah Ta’ala sebuah perkara besar.

Tulisan super singkat ini belum membahas banyak hal tentang aqidah dan manhaj gerakan salafiyyah. Insya Allah, di lain kesempatan berbagai masalah yang berkaitan dengan gerakan ini akan disorot. Yang jelas, kemungkinan besar akan ada pihak-pihak yang merasa keberatan dan tidak terima dengan tulisan ini. Maka kepada saudara Muslim siapa pun dirinya kami nasehatkan beberapa hal berikut ini:

a. Mengembalikan seluruh perselisihan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafus sholih.

b. Tidak ta’ashub buta dan taqlid buta kepada siapa pun, seberapa pun kebesaran jasanya dan ketinggian ilmunya, karena tidak ada yang ma’shum selain Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam

(Sumber : majelis.mujahidin.or.id; dimuat Kamis, 12 Mei 2005)