Monday, April 23, 2007

KETIKA IBLIS MEMBENTANGKAN SAJADAH

Ketika iblis dan sajadahSiang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum’at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah.

“Hai, Blis!”, panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!”, jawab Iblis ketus.

“Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!”, Kiai mencoba mengusir.
“Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru”.
Kiai tercenung.
“Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”. “Dengan apa?”
“Dengan sajadah!”
“Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah.Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!”

“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?”
“Bukan itu saja Kiai…”
“Lalu?”
“Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?”
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah”.

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiai!”, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?”
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka”.

Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shof.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah.
Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.

Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terlihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang
menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.
Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim “, ujar sang Kiai pelan.

(http://simbah.org)

Jamane… Jamane.. banyak yang Edan!

Jamane-edan.jpg
oNly fur musLimah .. ^_^
Kemana lagi mata ini harus memandang?

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.
Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.

Dan kamu tau?
Di luar sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”,
noleh ke kiri pemandangan “Pinggul/udel terbuka”,
menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”,
balik ke belakang dihadang oleh “Dada indah/montok menantang!”
Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.
Kurang merangsang itu mah!
Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu.
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata.
Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk menikmati “aset berharga” yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks.
Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya.
Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi !!!
Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?
Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.

Siapa yang semestinya disalahkan?
Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan?
Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.
Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin.
Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.
Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.
Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana?
Apakah saya harus menikmatinya…?
tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Ta’ala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan computer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini.
Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.

Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.

Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?
So, saudaraku muslimah berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.

(From : MyQuran.com)

Friday, April 20, 2007

Paket Windows XP Dijual 3 US$, Strategi Microsoft Meredam Linux?

linux_vs_windows.pngDi Beijing, minggu ini Bill Gates mengumumkan kalau Microsoft melalui program “Potensi Tanpa Batas“-nya akan menawarkan paket perangkat lunak yang disebut “Paket Inovasi Siswa” dengan harga hanya 3 $ (=Rp. 27.300). Paket ini nantinya akan dipasarkan untuk pemerintah dan siswa-siswi di negara berkembang.

Paket yang akan tersedia pada semester kedua tahun 2007 tersebut, terdiri dari Windows XP starter Edition, Microsoft Office Home and Student 2007, Microsoft Math 3.0, Learning Essentials 2.0 untuk Microsoft Office, dan Windows Live Mail.

Menurut sumber resmi disebutkan tujuan program ini adalah dalam rangka memerangi kesenjangan digital antara negara maju dan negara berkembang, serta meningkatkan kehidupan sosial dan harapan ekonomi yang lebih baik di negara berkembang.

Namun benarkah demikian? Apakah apa yang dilakukan Microsoft ini murni gerakan membangun bangsa atau membangun pemasaran? Steven J. Vaughan-Nichols seperti dilansir LinuxWatch berpendapat lain. Menurutnya tujuan utama Microsoft adalah membunuh dan memberantas habis open source sampai keakar-akarnya. Microsoft ingin memastikan bahwa para pemuda di negara berkembang tersebut dicuci otaknya sehingga mengikuti sistem Microsoft dan berpikiran Microsoft Minded yang akhirnya menciptakan ketergantungan pada Microsoft.

Itu adalah kenyataan yang terjadi. Microsoft melihat bahwa Program Satu Anak Satu Laptop (OLPC) sudah berjalan. Itu artinya dalam waktu dekat, jutaan anak - anak yang baru pertama kali menggunakan komputer, akan menggunakan aplikasi Sugar, aplikasi desktop inovatif yang berjalan diatas Linux Red Hat Fedora yang tak lain adalah perangkat lunak open source. Tentu ini ancaman awal bagi Microsoft.

Microsoft juga melihat bagaimana perkembangan Linux yang luar biasa jauh diatas pemakaian Windows di Afrika, dimana Ubuntu menjadi begitu populer, bagaimana Mandriva berjaya di Amerika Selatan, dan bagaimana China berhasil menciptakan ekosistem linux yang powerfull dengan menciptakan perusahaan Red Flag dan Sun Wah Linux nya.

Seperti yang baru baru ini pendiri Ubuntu, Mark Shuttleworth katakan, “Kami melihat Ubuntu dipakai di Asia, Russia, Ukraina dan Amerika Selatan. Tempat - tempat itu menjadi fokus nyata bagi kami. Disamping itu desktop linux tampak sangat menarik di negara berkembang.

Mengapa? Sederhana saja, Linux tidak mahal, murah namun tetap memiliki kinerja yang baik. Tidak seperti Amerika Utara dan beberapa negara di Eropa Barat, hampir sebagian besar penduduk dunia berpikir untuk tidak tergantung pada penawaran Microsoft. Mereka dapat melihat dengan pandangan yang lebih jernih, bahwa Windows bukanlah satu-satunya sistem operasi yang ada.

Faktor lain dibanyak negara, adalah keinginan untuk tidak terikat dengan Microsoft. Mengapa membantu Bill Gates jadi tambah kaya di Amerika, kalau Anda dapat membantu mengembangkan perangkat lunak di negara sendiri, membuat Silicon Valley versi lokal dengan basis linux dan open source? Anda dapat mencontoh Perancis dimana Majelis Nasionalnya baru baru ini berpindah ke Linux, dan di Korea Selatan dimana pemerintahnya membantu bisnis perangkat lunak lokal.

(http://majalah-linux.baliwae.com)