Wednesday, May 02, 2007

Spiderman 3 : Superhero juga manusia (Warning : Banyak spoiler!!)

Setelah tahun kemarin diketahui bahwa Spiderman 3 akan
dirilis, maka niat sudah terbersit di hati untuk
menonton di hari pertama penayangan. Dan akhirnya hari
itu tiba!!

Gila, di Ciwalk 21 sampai 4 studio yang memutar
Spiderman 3.Dengan harap2 cemas takut kehabisan
tiket,...fiuh ternyata tiket masih banyak (karena
kebetulan nonton pas jam orang2 masih ngantor, dan
anak2 masih pada sekolah). Dapatlah tempat duduk di
barisan kedua dari belakang dan bagian tengah. Benar2
tempat yang sangat strategis untuk menikmati special
effect dari film ini.

15 menit diawali dengan menonton iklan film2 apa saja
yang akan tayang. Gila, orang Indonesia tuh hobi
banget bikin film horor.. Ada suster ngesot, angker
batu, Malam jum'at kliwon....Ga bosan apa ya... Bikin
film horor, tapi nanti ujung2nya malah bikin ketawa.

Akhirnya, dimulai juga film yang ditunggu-tunggu.
Intro seperti khasnya Marvel. Dimulai dari tampilan
komik. Kemudian kilas balik ke 2 film sebelumnya
(ingat, ini bagian akhir dari trilogi Spiderman). Dari
intro ini sudah bisa dibayangkan bagaimana film akan
berjalan.

Adegan awal dimulai dari kisah Peter dan Mary Jane. MJ
sekarang sudah menjadi pemain/penyanyi Opera di
NY.Peter mendapat tiket nonton di bangku terdepan. MJ
muncul diiringi musik khas opera. Penonton terpaku,
Peter menikmati sekali penampilan MJ. Pertunjukkan
berakhir dengan sukses. Dan ternyata Harry Osborn juga
menonton MJ saat itu. (Harry Osborn = anaknya Green
Goblin). Waktu dia melihat Peter matanya seolah
menggambarkan dendam yang membara.

Peter menemui MJ di balik panggung.Dan bla bla bla...
Masalah akhirnya dimulai ketika ternyata pertunjukkan
MJ mendapat kritik dari koran2 di NY.

Di tengah MJ yang sedang mengalami masalah, ternyata
Peter masalah sebaliknya. Dia dipuja2 sebagai
pelindung kota. Sebelumnya, dia menyelamatkan puteri
Komandan Kepolisian NY. Dan kemudian dianugerahi
penghargaan, satu kota mengadakan pesta/karnaval untuk
mengelu-elukan Spiderman. MJ yang sedang sedih,
bertambah sedih ketika Spiderman memberikan ciuman
(yang pernah diberikan di awal trilogi)kepada cewek
yang diselamatkannya.

Untuk mempersingkat, trilogi bagian akhir ini lebih
banyak menonjolkan drama daripada aksi. Berkisar di
seputar permasalahan Peter sebagai seorang superhero.
Musuh pertama Green Goblin Junior. Seorang teman lama
yang menjadi musuh karena kesalahpahaman.
Ada yang ingat ending di Spiderman 2? Nah, si Harry
Osborn sudah mengetahui kalau Peter adalah Spiderman.
Di saat Peter sedang menaiki motornya tiba2 diserang
oleh Harri. Di sini baru dimulai adegan action-nya.
Dan bisa ditebak kekalahan dialami Harri. Dia
terjatuh, pingsan, dan lupa ingatan. Akhirnya dia
kembali menjadi Harri yang normal.

Muncul musuh baru,Sandman. Flint Marco merupakan
penjahat yang membunuh paman Peter. Dia melarikan diri
dari penjara. Dikejar oleh pihak kepolisian, dan
terjatuh di sebuah lubang percobaan pihak militer.
Molekul2 tubuhnya diuraikan bersamaan dengan molekul2
pasir yang ada di tempat itu. Dari sini awal kisah si
Sandman.

Musuh berikut, Venom. Awalnya hanya sebuah virus yang
terbawa dari luar angkasa. Menempel di sepeda motor
Peter. Kemudian di saat Peter mengalami guncangan jiwa
yang sangat berat (dia akhirnya mengetahui kalau yang
membunuh pamannya masih hidup, dan itu adalah
Sandman), virus ini menempel dan merasuki Spiderman.
Spidy terjaga dengan kostum baru di tubuhnya. Kostum
ini memberikan dia kekuatan baru yang lebih kuat,
tetapi juga agresif. Efeknya sama seperti Clark jika
terkena kripton merah di serial Smallville.

Harri Osborn yang mengalami amnesia akhirnya
mendapatkan ingatannya kembali. Dan akhirnya bertempur
dengan Spiderman yang menggunakan kostum baru. Seru
juga melihat sisi gelap Spiderman melawan Green Goblin
junior.Sama2 agresif. Seperti biasa, Harri Osborn
kalah dan terkena bom buatan ayahnya sendiri.

Setelah menyadari kalau kostumnya berbahaya, akhirnya
Peter sekuat tenaga berusaha melepaskan kostum
tersebut di atas sebuah gereja. Virus itu kemudian
menempel di tubuh saingan Peter di Daily Bugley, yang
kebetulan berada di gereja yang sama. Si virus
menemukan induk semang yang cocok, karena dialiri
ambisi untuk membunuh Peter. Akhirnya lahirlah Venom.

Memasuki ending semakin seru. Venom dan Sandman
bekerja sama untuk membunuh Spidy. MJ ditawan di dalam
sebuah taksi yang tergantung di antara jaring laba2
Venom. Di saat Spiderman hampir mati, akhirnya muncul
pertolongan. Seorang sahabat lama! Yak benar....Harri
Osborn akhirnya mengetahui kalau bapaknya mati karena
ulahnya sendiri.

Bagian ini yang paling keren. GG Junior bersama
Spiderman bertarung melawan Venom dan Sandman. Adegan
yang terjadi cool banget.

Dan seperti khasnya film holiwut... Spiderman
terdesak, di saat hampir terbunuh oleh Venom, Harri
muncul sebagai tameng.....dan tertusuk.

Melihat sahabatnya mati, amarah Peter bangkit. Dia
akhirnya mengetahui kelemahan Venom yaitu tidak tahan
kalau mendengar suara seperti lonceng. Ya, detik2
mengalahkan Venom biasa saja sebenarnya. Akhirnya
Venom mati.

Eit tunggu dulu......cerita belum berakhir. Si sandman
yang sebelumnya terkena rudal oleh Harri ternyata
masih hidup. Dan dia melihat semua kejadian saat Harri
mati menyelamatkan Peter. Akhirnya dia mengakui kalau
dia yang menyebabkan paman Peter mati. Tetapi dia
tidak sengaja menembaknya.

Yup...Penjahat Juga Manusia. Sandman bertobat.

Endingnya sedih..........

Selamat menonton! Pengen nonton lagi nih, kapan ya......

Monday, April 23, 2007

KETIKA IBLIS MEMBENTANGKAN SAJADAH

Ketika iblis dan sajadahSiang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum’at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah.

“Hai, Blis!”, panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!”, jawab Iblis ketus.

“Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!”, Kiai mencoba mengusir.
“Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru”.
Kiai tercenung.
“Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”. “Dengan apa?”
“Dengan sajadah!”
“Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah.Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!”

“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?”
“Bukan itu saja Kiai…”
“Lalu?”
“Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?”
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah”.

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiai!”, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?”
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka”.

Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shof.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah.
Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.

Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terlihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang
menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.
Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim “, ujar sang Kiai pelan.

(http://simbah.org)

Jamane… Jamane.. banyak yang Edan!

Jamane-edan.jpg
oNly fur musLimah .. ^_^
Kemana lagi mata ini harus memandang?

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.
Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.

Dan kamu tau?
Di luar sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”,
noleh ke kiri pemandangan “Pinggul/udel terbuka”,
menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”,
balik ke belakang dihadang oleh “Dada indah/montok menantang!”
Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.
Kurang merangsang itu mah!
Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu.
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata.
Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk menikmati “aset berharga” yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks.
Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya.
Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi !!!
Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?
Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.

Siapa yang semestinya disalahkan?
Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan?
Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.
Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin.
Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.
Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.
Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana?
Apakah saya harus menikmatinya…?
tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Ta’ala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan computer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini.
Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.

Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.

Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?
So, saudaraku muslimah berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.

(From : MyQuran.com)